Minggu, 25 Desember 2016

On the Way to the Airport. My Opinion.

I finished this show in one day, off course I skipped a lot.
I really enjoyed this drama, but I always against adultery. It's wrong whatever the reason. I could feel the loneliness of both lead, they were suffering a lot. While the male lead only found lies on his marriage, the female lead married a man who only see her as a furniture at home.
They met through their children, helped each other, shared the pain together and fell in love.
What I love in this show is the chemistry between the characters, not only the main lead. The female lead's best friend is my favorite character. For her, her friend's happiness is number one. Somehow I feel her, witnessing something so wrong, but she had to support her friend no matter what. The story about a kid who lost his soul at such a young age, the story about mother who love her child no matter what, gave me warm feelings. Also the music, I loved the insert instrumental music, the soundtracks, especially "City Sunset". The lyrics are great, what I love the most is the first words "hey, citizen...". All the soudtracks really suit the theme of the show.
Even though the show itself is beautiful, I still couldn't accept the ending. For me, the ending is so wrong. But, I understand that sometimes reality is so different with our imagination, this drama showed me some realistic scenes, that maybe were difficult for me to accept.

So, I gave this drama 7/10 (It's quite low for me who are always kind give high rating to the drama i watched lol.)

Sabtu, 21 Desember 2013

Review JMovie: Confession (2010)

Hello minna. Baru nonton nih pilm, judulnya confession. Fillm udah lama, tahun 2010. Film ini gelap banget loh pemirsa. Maksudnya bukan gelap-gelapan gitu. Tapi tahu kan lah, gelap, dark, suram. Hehe. Menceritakan tentang balas dendam, film ini menghadirkan kejutan-kejutan psikologis, yang membuat saya selalu "ih" "hmmm" "what?"
Mengambil latar sekolah menengah, dengan tokoh utama sang guru SMP, bernama Yoko Moriguchi. Pada suatu hari, ia mengumumkan suatu hal yang sangat mengejutkan seisi kelas, bahwa anaknya meniggal, dibunuh oleh dua siswa di kelas itu. Lalu dia juga mengatakan hal yang lebih mengenjutkan lagi. Ia telah mecampur kedua susu yang diminum kedua anak itu dengan virus HIV.

Dari situ, kehidupan kelas itu berubah, begitu juga dua anak yang telah membunuh anak sang guru. Naoki,satu dari dua siswa tersebut, mengalami depresi sehingga ia tidak pergi ke sekolah lagi. Sedangkan seorang anak yang lain, Shuya, tetap bersekolah, meskipun harus dibully oleh teman-temannya..

Semua ini diawali dari Shuya,sang anak jenius. Tapi, ia membutuhkan perhatian. Shuya yang berpisah dengan ibunya saat kecil, benar-benar membutuhkan dunia untuk melihatnya. Melihat karya besarnya. Kejeniusan dia hampir membuat dia menjadi perhatian, saat ia berhasil membuat karyanya menjadikannya seorang siswa berprestasi, memenagkan kontes dengan dompet anti pencuri karyanya. Tapi, perhatian itu lenyap ketika ada berita yang lebih besar,seorang gadis, seusianya,membunuh keluarganya. Ia marah.Ia memutuskan melakukan hal yang lebih besar. ia mengajak naoki, anak yang polos dan biasa saja. Mengajaknya untuk melakukan rencana besarnya, dengan benda yang dibuatnya. Mulai dari sini, kekacauan terjadi.

Hmm, film ini, menurut saya hanya boleh ditonton orang dewasa deh, soalnya "dark" banget. Tapi memang,kalo kamu jadi sang guru, rasanya benar- benar pengin banget labrak anak-anak bandel ini. Terlebih lagi, mereka masih di bawah umur dan dilindungi secar hukum :) Film ini memang ada sisi negatifnya, yaitu "balas dendam". Tapi nilai moral yang saya tangkap dari film ini banyak banget, terutama untuk orang tua. Senakal-nakalnya shuya di sini, dia hanyalah anak yang minta perhatian dari ibunya. Anak-anak bisa tumbuh menjadi monster. Dan yang paling penting,jangan menganggap nyawa orang sepele, karena kamu juga akan dianggap sepele, dan menerima akibatnya.Tuh kan ngeri, hehe. Tapi di luar semua ini,ini film keren. Terutama yang doyan phsylogical thriller macem gini, tonton deh. Jaaane!! Emuah!!



Nobody Knows..Dare mo shiranai..simpel tapi memikat

Halo halo. Tadi malam saya baru aja iseng-iseng nonton film, yang saya udah punya dari kapan tahu, tapi baru sempat (lebih tepatnya baru menyempatkan) buat nonton tadi malam.

Jadi gini, langsung aja ya. Film ini diinspirasi dari kisah nyata, yang benar-benar terjadi di Jepang sana. Film ini menceritakan tentang 4 orang anak yang tinggal bersama ibunya. Anak tertua, bernama Akira, diberi tanggung jawab oleh ibunya untuk menjaga adik-adiknya pada saat ibunya pergi bekerja. Keempat anak-anak ini sangat polos dan penurut, terutama Akira. Meski dia tahu bahwa adik-adiknya berbeda ayah dengannya, Akira sangat bertanggung jawab menjaga adik-adiknya. Hingga pada suatu hari, Ibunya pergi untuk sekian lama dan tak kunjung kembali. Akira pun menyimpulkan bahwa ibunya takkan kembali. Akira pun benar-benar memikul tanggung jawab yang berat, terlebih uang pas-pasan yang ditinggalkan ibunya, ia harus mengaturnya dengan bijak.

O ya, hal yang penting di sini ketinggalan nih. Judulnya "tak seorang pun tahu", memang menceritakan keadaan adik-adik akira yang disembunyikan. Tak seorang pun tahu bahwa mereka juga tinggal bersama Akira dan ibunya. Yup, melihat bagaimana anak-anak itu dilahirkan, tahulah kenapa mereka disembunyikan.

Saat menonton film ini, rasanya saya merasa kesal sendiri. Ibunya egois banget. Tapi juga terenyuh, melihat kepolosan anak-anak ini hidup tanpa orang tua. Dan Akira, anak berumur 12 tahun yang mencoba menjadi orang tua mereka. Di sini,Yuya Yagira memerankan tokoh Akira dengan sangat pas. Saya melihat kepolosan, perjuangan, penderitaan yang dialami akira. rrrr such an adorable cute boy...

O ya, mungkin film ini rada "slow", mungkin agak sedikit membosankan, tapi kalo bagi saya sih, sa gak bosan nontonnya. Gak ada part yang saya cepet-cepetin. Karena menurut saya, film ini indah, meskipun sangat simpel. Pokoknya recommended buat yang suka film-film beginian.Yang lagi males berat-berat tapi pengen yang bermakna,tontoh deh. Hehe. Jaane.

Rabu, 06 November 2013

Review JDrama : Otomen

Hello minna. Halah sok jepang ye. Mau iseng bikin review dorama. Drama lama sih, tahun 2009. Nah, drama ini judulnya otomen. Apakah otomen itu? Di episode awal anda akan dijelaskan apa otomen itu. Otomen adalah pria jepang yang jago dalam bidang militer seperti beladiri etc tapi sekaligus punya hobi girly, seperti memasak, menjahit, baca manga shoujo, mahir make up dll.
Nah, peran utama pria, masamune asuka tuh, dia dari kecil udah suka main boneka gitu. Sifat kewanitaannya diturunkan dari Ayahnya. Pada suatu hari, saat si Asuka masih kecil, ayahnya memutuskan jujur pada dirinya sendiri untuk menjadi wanita dan meninggalkan rumah. Ibunya shock, dan menyuruh Asuka berjanji untuk menjadi pria jepang sejati. Mulai saat itu, Asuka bertekad menghilangkan jiwa otomennya, dan menjadi pria jepang sejati.

Pada saat dia duduk di bangku SMA, ia menjadi juara umum kendo, salah satu beladiri jepang. Dia sangat disukai teman-temannya karena itu. Tapi, pada suatu hari ia bertemu gadis Miyakozuka Ryo, yang tak seperti gadis umumnya, jago beladiri kendo, tetapi tak dapat memasak dan melakukan hal-hal yang gadis-gadis seharusnya bisa. Saat pertama bertemu Ryo, Asuka merasa tertarik pada pertemuan pertama. Tachibana, teman sekelas mereka, melihat hal tersebut, yang kemudian memberinya inspirasi untuk manga shoujo yang ia tulis. Ia mulai menyelidiki seperti apa karakter Asuka, dan betapa terkejutnya setelah ia mengetahui Asuka adalah seorang otomen.

Tachibana kemudian mencoba mengetes Asuka. Ia berpura-pura mengajari Ryo membuat kue, padahal ia sendiri juga tidak bisa. Asuka yang melihat Ryo sangat berantakan dalam membuat kue, merasa geregetan ingin membantu Ryo. Awalnya ia ragu, tapi karena ia peduli pada Ryo, akhirnya ia membantu, dan sangat terlihat mahir membuat kue. Sekali lagi, Tachibana dibuat tercengang. Ryo tak kalah kagum.

Asuka merasa menyesal telah memperlihatkan jiwa otomennya. Dia tak ingin mengulanginya lagi. Tachibana melihat hal ini dan memberi nasehat pada Asuka, kalau dia memang benar peduli pada Ryo, Asuka harus membantu saat Ryo membutuhkan, itulah namanya melindungi.

Nah, Asuka kemudian mengajari Ryo cara memasak, dan hal girly lainnya, membuat pertemanan mereka semakin erat. Namun, Asuka tak kunjung mengutarakan perasaannya. Tachibana yang membuat mereka sebagai model manganya, selalu mencoba, agar mereka mampu mengutarakan perasaannya.

Menarik? Beuh ini mah namanya cerita yak bukan review. Kalau bagi saya, saya kasih deh ini dorama 7/10. Gak buruk, tapi ada yang kurang aja. Ceritanya mengalir, ringan, nggak berat. Dan banyak scene-scene lucu yang mengocok perut. Terutama scene-scene Isono, teman sekelas Asuka yang memang selalu jadi korban "bully" teman-temannya. Di dalam dorama ini juga ada rival Asuka dalam kendo, yaitu Tonomine, yang memutuskan pindah ke sekolah Ginyurhi (sekolah Asuka) agar bisa lebih dekat dan mengalahkan Asuka. Tonomine yang tadinya berkarakter antagonis lambat laun mampu berbaur dengan kelas Asuka yang penuh dengan canda tawa. Nah, justru bagian ini yang menurut saya kurang. Persaingan antar Asuka dan Tonomine kurang berkembang. Mungkin karena lebih ke genre komedi kali ya, sehingga dibanyakin scene lucunya. Tapi kadang ada scene yang ngebosenin sih.

Sekilas saya ngelihat otomen ada kemiripan dengan hana kimi. Sekilas aja loh ya. Dari apanya? Genrenya, jelas. Romantic comedy dengan latar sekolah SMA, dan pemain utama prianya sama-sama atlet jagoan, punya saingan yang ingin mengalahkan. Sama-sama sulit bilang cinta, lol. Tapi karakter tokoh utamanya beda banget, Sano di hana kimi kan cool, keren, ganteng dan lebih ke macho. Sedangkan asuka, perpaduan karakter pria dengan wanita, membuatnya menjadi pria lembut yang sangat berhati-hati terhadap perasaan wanita, cielah. Coba tonton keduanya. Beda kok, beda. Tapi ada yang mirip gitu suasananya.

Aktornya gimana?
Asuka diperankan oleh Okada Masaki, yep si Ikemen itu. Dia juga ada di hana kimi kalau kamu notice. Menurut saya Okada maininnya pas banget. Dari segi fisik, Okada termasuk tinggi, wajahnya cakep, tapi ada segi "kecantikan" dalam wajahnya. Pas. Cara bicaranya juga pas banget, dia bisa memainkannya dengan baik. Tokoh Ryo diperankan oleh Kaho, yang dari segi wajah sih imut-imut, tapi cukup baik memerankan wanita yang bisa main kendo. Karena emang karakter dia di sini manly tapi yang imut-imut jadi cukup pas. :D

Selain itu, tokoh teman-teman asuka, juga memerankan dengan baik. Kalau menurut saya, semua pas dengan tokoh yang diperankan.

Oh ya, ini dorama kan adaptasi dari manga, tapi karena saya memang belum membaca manganya, dan kayaknya gak bakal baca, (maklum gak begitu suka baca kecuali yg tertarik banget hehe) jadi gak bisa bandingin. Yaudah sampe sini dulu yah.

Kalau emang doyan cerita komedi, atau lagi males yang berat-berat, atau kalau cuma pengen lihat otomen-otomen bertaburan (emang cabe tabur ye) terutama si aa' Okada Masaki-san bolehlah tonton yang satu ini. He he he. Jaaa-ne!

Rabu, 25 September 2013

Drama vs Real Life

I have been a fan of japanese and korean drama for years. Whenever i find an interesting drama, sometimes it's stuck on my head, i can't even sleep because of it, lol. You know why do i like watching drama so much? Good storyline, good actors, and have something that can touch our heart, those were things that make those dramas become addicting. Drama can make us smile, laugh, and cry. 

However, you sure often find that drama is illogical and impossible scenes comes out often. When I watch a romantic story, sometimes i wonder, would i possibly have that romantic story? Why that's really sweet? Or about criminal story, once I found there was a high school boy who has an extraordinary ability in hacking and enter the national security system, even the best one. Police often ask helps from this boy, sometimes do illegal hacking. Is it possible? Okay, you could still say it, "possible". But how about a drama telling you a really really coincidental story? I just ah, it's a drama, indeed. And the most impossible thing is about a person who can travel the time, or a story about people which enter another world.

However, the drama that has a closer possibility to our real life, it will remain as a drama. Drama is a  drama. Though sometimes our life are like drama, they are just different. People aren't able to laugh at your drama, but for a drama story, they can. No matter how complicated the drama you've ever watched was, real life, even the most simple one, is more complicated. How we have to find and know ourselves, understand each others, having relationship with others. Do what we want to do, and we have to do. Reach a goal. 

What is our goal? Not making drama, right? Living life lively, loving each others, sometimes it's just hard. We could be irritated with just a joke, or sometimes we have a wrong estimate towards others. We need each others, but we hate each others. Complain without knowing others pain, selfish, and hurt each others. Sometimes i'm just tired. Why is the drama have to be more nice? 

Yeah, drama is entertainment after all. We could see how to life from there, instead our real life. How to smile, how to laugh, how to keep spirit. 

And, how annoying your life is, life is wonderful. Great experience.
Good night, oyasumi.