Rabu, 22 Agustus 2012

People are people

I like imagining about people. I don't know why, i'm just interested in it. To be honest, sometimes i don't care about people around me. It's weird i know, if i say i do care about them at the same time. However, this is my true feeling. I will give you an example ; i don't care what do you have, i don't care what's your name, i don't care what are you doing. But at the same time, i care about what you feel, how is your character. Yeah, maybe to make it  simple, i don't care about you physichally but i do care of you mentally. Is it possible?

Maybe it's just my speculation. But i feel weird sometimes when i feel caring of other people. I'm ignorant, i'm idgaf. I'm not sensitive. But sometimes, if i see people laugh i want to laugh, when i see people cry i want to cry without reason. I'm a bit weird yeah. Or not? Maybe you feel the same way?

I think, i'm a bit curious about pshychology. Maybe it's the reason? Or not?

Now, when i'm writing this, i'm also thinking that i'm a bit hypocrite saying i do care about people.

Because, i feel i'm just not really interested to talk to them. Oh, maybe not. Honestly, i want to be a normal person who has a beautiful conversation with others, makes a joke, then makes great friendship not just with one person but a lot lot people.

I hate why i'm so shy. I hate why i couldn't make any friends. But starting my college age, i started to be ignorant about this. I'm just tired thinking about this. I'm just tired to think i want to be friends with them but i couldn't make it. So i just started to think, Ah, i don't care about them. So what, they don't care about me. But I WAS WRONG. When i started my boarding house life, i could feel my friends care about me. Even when i didn't care about them, they did care about me. That makes me to think, aaaah..if we were close physically, then we would be close mentally. So, that's the way the things work. That's why prophet Muhammad said that neighbour is important and precious. Ah, I SEE.

Knowing about people more i think it's interesting. If we could feel about other's pain then we could understand our feeling. But, sometimes i can't do it. I'm selfish and think about myself as priority. But, my heart was also wondering...why am i like this. Why evil always win me? Why angel always gone? I'm the worst. I always think, even i wrote about those feelings, but i didn't take any action.

And to make it become worse, i regreted that feeling, but i'm still so ignorant. I...just don't know why.

I know it clearly if human heart is the place where evil and angel are fighting to win people. It's depending on you, what would you choose as a partner.

When evil wins, you would hurt others. If angel wins, you would see them smile.

Me. Choose evil often. But, they still forgive me? Allah, could You still forgive me? I create sins often, do You forgive me?

Bapak, Ibu, do i still deserve your love? Am i still could be called as your children?

My sisters? Am i good to you? Did i do things badly to you?
My friends. I did ignore you. Could you forgive this atittude?
My neighbour? Am i still like i was before?

People are people. When they make mistakes, they are always forgiven. As long as you have heart, as long as you have angel in your heart to fight against evil, as long as you feel you are nothing without God.

Happy Iedul Fitri. Let's start a new sheet of paper. :)

Jumat, 17 Agustus 2012

Do something good...Not yet?

Melihat dan memahami rasa sakit orang lain, berarti kita bisa memahami kehidupan. Benar? Tapi, lebih baik lagi kalau bisa melakukan sesuatu yg baik atas dasar pemahaman tersebut. Rasanya jika aku punya uang, aku ingin....

Yah, ada niat dalam hatiku ini, aku ingin punya banyak uang untuk melakukan sesuatu. Pikiranku yg tumpul dan tenagaku yg lemah, akan kugunakan untuk bekerja agar bisa punya uang demi melakukan sesuatu.

Heheheh ga jelas. Tapi selama niat ini masih baik, harus kupelihara. Tapi niat saja, sungguh mengganggu. Makanya, aku benci jika orang bilang yang penting niat. Yang penting itu proses dan hasil akhir. Hahah apaan ga jelas lagi.

Begitu banyak orang yang butuh bantuan yah......:(

Senin, 23 April 2012

Jendela Kaca

Menatap keluar melalui jendela kaca..Memandang langit..langit yang sedikit mendung. Entah biru, atau mendung, langit tetap indah.
Hmm..kemudian aku melihat orang-orang yang berlalu lalang. Aku berpikir, apa yang ada di pikiran mereka? Karena ini di rumah sakit, tentu saja.. Mereka adalah salah satu dari orang yang sakit, atau yang mengantar. Juga ada para petugas medis seperti dokter, perawat, petugas instalasi gizi juga sepertinya.

Apa yang sedang mereka pikirkan? Apa mereka sedang bersedih? Sakit?

Orang yg berkursi roda, bahkan, belum tentu lebih sedih daripada orang yg bisa sehat berjalan. Bahkan, para pasien belum tentu lebih menderita ketimbang dokter.

Ah..manusia dengan kepala yg berbeda, perasaan yg berbeda. Mereka, hmm tidak, kita, mungkin tak mengenal satu sama lain. Tapi kita, terhubung satu sama lain. Seperti pulau sumatra dan jawa yg terhubung selat sunda. Seperti surabaya dan madura yg dihubungkan jembatan suramadu. Kita, manusia, membutuhkan satu sama lain. Peran sekecil apapun, lakukan dengan ikhlas, karena itu tetap berguna.

Sebagai calon pekerja lab, mungkin pekerjaan ini tidak begiti wah. Tapi kesalahan sedikit saja, fatal. Aku, di sini, dari hatiku, mulai merasa bahwa, aku harus memulainya. Memulai dengan baik, lebih baik, hingga sempurna. Memang, tidak akan ada yg sempurna selain Tuhan. Tapi, dengan berusaha sempurna, setidaknya kita bisa mendekati titik sempurna itu.

Kini aku sadar, bahwa hidup bukanlah hanya untuk membuat diri sendiri senang. Tapi, melihat senyum orang lain jauh lebih berharga. Senyum orang tua, senyum teman di sekitar kita, dan senyum orang-orang yang bahkan tak mengenal kita, tak kita kenal.

Dibanding mengurusi perasaan yg merasa fustrasi di bidang ini, sudahlah. Aku memang akan selalu frustasi, di bidang ini. Tapi jika aku terus frustasi dan malas dan itu membahayakan orang lain, betapa bahayanya aku dari bahaya itu sendiri.

Ah, hanya sebuah jendela kaca sempit, dengan pemandangan berbagai merek sepeda motor berparkir dan Bapak tukang parkir beristirahat di sana. Lalu ada jalan yg berfungsi sebagai jalan pejalan kaki..yang tak sepi dilewati orang-orang berlalu lalang.

Dengan menatap menembus melaluinya, aku merenung.
~Nothing is perfect except God, but we could work hard to reach perfection.~


Minggu, 01 April 2012

Menuju

...Aku seperti merasa berada di kegelapan sekarang..Seperti berada di sudut ruangan gelap, tertutup, berantakan, berdebu di sana-sini. Terkadang aku seperti terikat. Meski bukan simpul mati, tapi aku tak sanggup melepaskan ikatan ini. Aku seperti...menjadi yg paling buruk dari yg terburuk.

Dua pukuh tahun hidup di dunia..aku merasa diriku sekarang yg terburuk. Aku ingin sebagian diriku kembali..semangat itu, optimistis itu..dan kepolosan itu.
Aku merasa terlalu dalam berimajinasi dengan hal-hal absurd dan tak nyata. Semakin dalam aku berada di dalamnya, bahkan terkadang sampai tak mampu membedakannya dengan kenyataan.
Dan imaji itu menjadi candu, mengikat, meracuni. Menghasilkan dopamin dalam otak, untuk terus menyandunya. Tak cukup dengan dosis biasanya.
Menjadi terburuk sangat menyakitkan. Menjadi terasing sangat melelahkan. Menjadi terbodoh memalukan
Cahaya seperti menjauhi...tapi..aku akan membuka ikatan ini..
Mencari kunci pintu ini. Membukanya, berlari, mengejar cahaya, bersama kalian semua, dengan senyum, tawa, air mata..dan teriakan bahagia!!

Minggu, 18 Maret 2012

I miss u, Pippo..

Udah lama banget ngefans Milan. Sebelum ada kaka, udah ngefans Milan. Dan pemain favorit saya pertama kali di Milan itu inzaghi. Meski dia banyak offside lah, apalah, tapi..pippo itu jasanya banyak banget buat Milan.
Hari ini, Milan menang 2-0 melawan parma. Yah, sayangnya aku gak nonton. Dan seringnya kalo saya gak nonton, Milan menang, hahaha.
Tapi, saat aku membaca timeline twitter seorang milanisti, di samping kesenangannya, dia terlihat sedih. Kenapa? Karna pippo gak dimainkan. Max allegri lebih memilih memainkan maxi yg baru sembuh dari cidera, ketimbang pippo yg udah lama nunggu kesempatan bermain.
Membaca timeline seorang milanisti tsb saya jadi ikut sedih. Pippo terlihat sangat bahagia ketika bermain, kita pasti tahu rasanya jadi pemain yg tidak punya kesempatan bermain, pasti menyakitkan.
Aku rindu pippo, rindu semangatnya, rindu senyumannya, rindu golnya. Semangat pippo, kau belum habis.

Minggu, 11 Maret 2012

Bahkan kereta tak secepat waktu. Karena memang kereta tak secepat itu, kawan. Lalu? Pesawat? Pesawat juga tak.akan secepat waktu kawan. Waktu begitu cepat berlalu hingga kita sendiri tak tahu apa uang telah hilang, atau, apa yang telah kita dapatkan. Dan kita aku berbalik, kenapa begitu banyak penyesalan? Yah, itulah kita, manusia. Sent from Catch Notes for Android https://catch.com


Jika saja langit akan selalu biru, maka hari akan selalu terang. Tapi, jika tak ada gelap, dapatkah kita mensyukuri adanya terang? Sent from Catch Notes for Android https://catch.com


Sabtu, 25 Februari 2012

Selera Musik



Musik. Hampir semua orang suka musik. Baik orang yg emang bakat di musik maupun orang yg sama sekali gak ada bakat di situ. Saya salah satu yg gak punya bakat, tapi sangat menikmati musik. Seiring dengan waktu, selera musik saya pun berubah-ubah.

Waktu kecil, saya suka lagu Maisy penyanyi cilik di Indonesia yg cukup terkenal. Setiap Maisy ngeluarin album, pasti saya beli. Waktu masuk kelas 5 SD, selera saya beralih ke SO7, band yg sekarang masih eksis. Beranjak SMP, selera musik saya masih di lagu2 Indonesia, meskipun ad ac sedikit lagu barat.

Waktu SMA, di Indonesia mulai berkembang lagu2 pop melayu. Ada yg suka, tapi banyak juga yg gak sreg. Akhirnya terpengaruh temen yg suka musik western. Jaman2 SMA suka banget sama David Archuleta, Demi Lovato, Jonas Brothers, Taylor Swift, dll.

Nah sekarang, tau sendiri lagi jaman2nya Kpop. Saya juga termasuk.yg terseret arus Kpop. Berawal dari suka 2am, tvxq, b2st, T-ara lalu mblaq.

Hmmm soal musik ada yg bilang berkualitas atau gak. Banyak penilaian. Dari yg tau musik sampe yg gak, punya penilaian sendiri2.

Saya sebagai yg awam soal musik, bagi saya kualitas musik lebih ke penyanyinya ketimbang musiknya. Si penyanyi memang bisa nyanyi, atau cuma penyanyi rekaman yg apabila nyanyi di panggung tinggal lipsync saja. Soal musik itu sendiri, mau musik berat atau ringan, melayu atau rock, group atau solo, penuh teknik atau easy listening, semua sih tergantung selera. Mungkin bagi penggemar rock musik melayu slow itu gak banget, menye2, alay. Bagi penggemar lagu2 slow yg sedih lagu rock itu berisik. Bagi penggemar musik dengan teknik penyanyi yg berkualitas dan improve di sana-sini mungkin menganggap lagu2 boyband yg bergenre electronic gak berkualitas karena lebih banyak efek ketimbang suara si penyanyi. Yah, selera ya selera.