Sudah saya cari ke mana-mana. Di kamar-kamar, ruang tamu, ruang tengah dan dapur. Di atas motor, di atas wadah beras, di meja makan, meja belajar, semua sudah. Saking frustasinya ku cari di ember tempat baju kotor, bahkan di dalam mesin cuci. Untung saja ku tidak lebih konyol lagi untuk mencari dalam bak mandi.Sebuah benda kecil butut itu memang selalu menyusahkanku.Namun,aku harus mencarinya karena benda ini salah satu benda terpenting dan kalau hilang aku malas beli lagi.Bukan malas sih,tepatnya tidak punya uang sih. Walaupun ada juga harga yang murah, tetapi semurah apapun tetap saja saya sedang melakukan penghematan ketat untuk membeli jersey Milan yang baru berwarna hitam yang bertuliskan nama sponsor baru juga di bagian depan. Kok jadi ngomongin jersey. Kembali ke topik. Benda butut itu adalah telepon genggamku. Ya, telepon genggam memang selalu menyusahkan karena entah kenapa otakku selalu sulit mengingat di mana aku meletakkannya. Meletakkan di manakah HP menduduki peringkat teratas hal yang paling sulit diingat oleh Diah Armyati si Milanisti penggemar Umay Shahab, Sheila on 7 dan David Archuleta ini (penting gitu dibahas). Peringkat kedua adalah di manakah aku meletakkan kunci motor. Namun, sekarang kelupaanku akan di mana meletakkan kunci motor mungkin sudah bukan menjadi masalah yang penting. Karena, setiap ku lupa, di saat itu pula aku ingat bahwa aku lebih sering meletakkan kunci motor di meja belajar kamarku. Jadi setiap aku lupa, tempat itu adalah tempat pencarian pertama dan seringnya memang di situlah aku meletakkan kunci motor. Tetapi untuk HP, kalau aku lupa meletakkannya aku selalu mencari di mana-mana, di segala tempat di dalam rumahku karena aku memang sering meletakkan HP itu di sembarang tempat, di tempat tidur, di meja teras, di kursi ruang tamu, di atas lemari mukena, di mana sajalah. Dan seringnya, 99,99% benda ini selalu ketemu di tempat yang sudah aku cari. Untuk hari ini, sepertinya aku sudah mencari 5 kali atau mungkin lebih di tempat persembunyiannya itu. Tetapi mataku bagaikan ditutup sesuatu yang mistis (halah opo to) sehingga aku tak melihat wujud benda kesayanganku yang aku banggakan ini (mulai nggak jelas nih). Nah, setelah 20 jam mencari, eh salah, 20 menit mencari, ah mungkin tidak sampai 20 menit juga, mungkin 15 menit, ah tapi lebih sepertinya (ya sudahlah nggak penting juga untuk dibahas, eh penting agar cerita lebih akurat, halah koyo opo bae, halah wis mulai tambah ra genah ki) Pikiran dan hatiku akhirnya memperoleh pencerahan seperti layaknya ada gambar lampu bersinar terang di atas kepala. Aku menuju tempat itu sekali lagi, mendongokkan kepalaku, lalu kedua mataku mulai mencari-cari,kali ini lebih teliti, lebih waspada layaknya detektif mencari sesuatu yang mungkin mencurigakan dan bisa digunakan sebagai petunjuk untuk memecahkan kasus. Sudah, jangan bahas detektif. Cerita2 detektif selalu menjual harapan-harapan palsu, cerita tak masuk dalam logika, bualan-bualan tentang tokoh hebat yang mustahil ada di dunia nyata. Tapi, justru cerita beginilah yang aku suka. Hahahahahah. Tuh kan, OOT lagi. Tadi sampai mana ya? O ya, sampai meneliti tempat yang dianggap paling mencurigakan sebagai tempat persembunyian HPku yang imut seimut yang punya (huekkz, pengen muntah sendiri nih). Oke, tanpa butuh waktu lama, mataku yang tadinya seperti ditutupi tangan-tangan mistis (jangan mulai yg itu2 deh) akhirnya terbuka lebar tapi tidak sampai melotot, hatiku mengembang, senyum merekah dan tangan hitam kusamku segera meraih benda imut yang aku cintai itu. (cerita didramatisasi terlalu berlebihan). Huh! Akhirnya ketemu juga kau, di dekat TV, tepatnya di bawah meja TV, di tempat tape rusak diletakkan. Wah, senangnya, melayang-layang...(kok jadi pengen muntah sendiri,lebay banget sih). Cerita sampai di sini sajalah. Jadi inget kata temanku waktu aku kehilangan flashdisk,"Kalau memang itu milikmu,pasti akan kembali padamu." Aku bertanya,"Kalau nggak ketemu?" Dia menjawab,"Beli lagi."
Tapi memang benar flashdiskku akhirnya ketemu. Mbak penjaga warnet mengembalikan padaku, katanya ada anak SMP yang menemukan. Tentu saja mbak itu tahu aku yang kehilangan karena hari-hari sebelumnya aku menanyakan apakah ada yang menemukan flaskdisk karena saya telah lupa membawa pulang flaskdisk saya. Wah, ternyata teman saya benar dan saya sangat meyakini petuah teman saya sampai sekarang. Nah, dengan ini saya nobatkan lupa meletakkan flaskdisk menjadi peringkat ketiga dalam hal kesulitan mengingat. Hehehe... Lalu peringkat ketiga adalah, lupa membawa sabuk sewaktu mau latihan taekwondo. Sudah. Ini benar-benar harus diakhiri, capek saya ngetik-netik terus.
-Selesai-
Diah Armyati,
Desaku yg indah, Minggu, 1 Agustustus 2010.




