Senin, 23 April 2012

Jendela Kaca

Menatap keluar melalui jendela kaca..Memandang langit..langit yang sedikit mendung. Entah biru, atau mendung, langit tetap indah.
Hmm..kemudian aku melihat orang-orang yang berlalu lalang. Aku berpikir, apa yang ada di pikiran mereka? Karena ini di rumah sakit, tentu saja.. Mereka adalah salah satu dari orang yang sakit, atau yang mengantar. Juga ada para petugas medis seperti dokter, perawat, petugas instalasi gizi juga sepertinya.

Apa yang sedang mereka pikirkan? Apa mereka sedang bersedih? Sakit?

Orang yg berkursi roda, bahkan, belum tentu lebih sedih daripada orang yg bisa sehat berjalan. Bahkan, para pasien belum tentu lebih menderita ketimbang dokter.

Ah..manusia dengan kepala yg berbeda, perasaan yg berbeda. Mereka, hmm tidak, kita, mungkin tak mengenal satu sama lain. Tapi kita, terhubung satu sama lain. Seperti pulau sumatra dan jawa yg terhubung selat sunda. Seperti surabaya dan madura yg dihubungkan jembatan suramadu. Kita, manusia, membutuhkan satu sama lain. Peran sekecil apapun, lakukan dengan ikhlas, karena itu tetap berguna.

Sebagai calon pekerja lab, mungkin pekerjaan ini tidak begiti wah. Tapi kesalahan sedikit saja, fatal. Aku, di sini, dari hatiku, mulai merasa bahwa, aku harus memulainya. Memulai dengan baik, lebih baik, hingga sempurna. Memang, tidak akan ada yg sempurna selain Tuhan. Tapi, dengan berusaha sempurna, setidaknya kita bisa mendekati titik sempurna itu.

Kini aku sadar, bahwa hidup bukanlah hanya untuk membuat diri sendiri senang. Tapi, melihat senyum orang lain jauh lebih berharga. Senyum orang tua, senyum teman di sekitar kita, dan senyum orang-orang yang bahkan tak mengenal kita, tak kita kenal.

Dibanding mengurusi perasaan yg merasa fustrasi di bidang ini, sudahlah. Aku memang akan selalu frustasi, di bidang ini. Tapi jika aku terus frustasi dan malas dan itu membahayakan orang lain, betapa bahayanya aku dari bahaya itu sendiri.

Ah, hanya sebuah jendela kaca sempit, dengan pemandangan berbagai merek sepeda motor berparkir dan Bapak tukang parkir beristirahat di sana. Lalu ada jalan yg berfungsi sebagai jalan pejalan kaki..yang tak sepi dilewati orang-orang berlalu lalang.

Dengan menatap menembus melaluinya, aku merenung.
~Nothing is perfect except God, but we could work hard to reach perfection.~


Minggu, 01 April 2012

Menuju

...Aku seperti merasa berada di kegelapan sekarang..Seperti berada di sudut ruangan gelap, tertutup, berantakan, berdebu di sana-sini. Terkadang aku seperti terikat. Meski bukan simpul mati, tapi aku tak sanggup melepaskan ikatan ini. Aku seperti...menjadi yg paling buruk dari yg terburuk.

Dua pukuh tahun hidup di dunia..aku merasa diriku sekarang yg terburuk. Aku ingin sebagian diriku kembali..semangat itu, optimistis itu..dan kepolosan itu.
Aku merasa terlalu dalam berimajinasi dengan hal-hal absurd dan tak nyata. Semakin dalam aku berada di dalamnya, bahkan terkadang sampai tak mampu membedakannya dengan kenyataan.
Dan imaji itu menjadi candu, mengikat, meracuni. Menghasilkan dopamin dalam otak, untuk terus menyandunya. Tak cukup dengan dosis biasanya.
Menjadi terburuk sangat menyakitkan. Menjadi terasing sangat melelahkan. Menjadi terbodoh memalukan
Cahaya seperti menjauhi...tapi..aku akan membuka ikatan ini..
Mencari kunci pintu ini. Membukanya, berlari, mengejar cahaya, bersama kalian semua, dengan senyum, tawa, air mata..dan teriakan bahagia!!